24 April 2024
Trending Tags

DPP GPSH : DESAK GUBERNUR ANIS GANTI NAMA JL RAYA BANG PITUNG

Brantas.co.id – Jakarta – Dewan Pengurus Pusat GERAKAN PENGAWAL SUPREMASI HUKUM (DPP GPSH) desak Gubernur DKI Jakarta Anies Bawesdan untuk segera rubah kembali nama Jl. Raya Bang Pitung. Desakan perubahan nama itu sesuai keinginan Para Ahli Waris Pangeran Arya Penangsang / Arya Djipang / Pangeran Anailis. Desakan itupun sesuai dengan usulan dari Cristyani Aryani Anggota DPR RI dari Jakarta agar Pemprov DKI Jakarta tinjau ulang penggantian nama nama jalan beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui Pemprov DKI Jakarta beberapa waktu lalu telah mengganti nama jalan raya di Jakarta dengan mengambil nama nama tokoh tokoh kelahiran Betawi. Diantaranya nama Jl. Raya Kebayotan Lama menjadi Jl. Raya Bang Pitung.

“Para Ahli Waris Pangeran Arya Djipang sangat sangat berterima kasih dan sangat menghormati keputusan Gubernur Anis yang telah berikan penghargaan kepada pejuang pejuang kelahiran Betawi. Namun untuk Jl. Bang Pitung kurang tepat. Karena Pitung itu nama sebuah grup atau kelompok tujuh orang pejuang kelahiran Betawi asli yang dipimpin oleh Tubagus Muhammad Ali Nitikusumah. Oleh karena itu lebih cocok dirubah menjadi Jl. Raya Ali Nitikusumah. Kita harus luruskan dengan sejarah yang sebenarnya,” ujar H. M. Ismail, SH, MH, Ketua Umum DPP GPSH sebagai Ketua Tim Kuasa Hukum Ahli Aris Pangeran Arya Penangsang/ Pangeran Arya Djipang/Pangeran Anails. Hal itu disampaikan H. M. Ismail dalam Sarasehan “PELANGI di JAYAKARTA” di Museum Bahari, Kota Tua, Jakarta Kota, Minggu Petang (17/7/22). Tampil sebagai pembicara antara lain Ahli Sejarah Jakarta : Asep, Firman Haris, Japra, beberapa Anggota DPR RI dan DPRD DKI Jakarta.

Menurut Hendri Nitikusumah salah seorang ahli waris yang juga mewakili Cucu, Buyut, Cicit para Ahli Waris Pangeran Arya Penangsang / Pangeran Arya Djipang / Pangeran Anailis bahwa jejak perjuangan Kakek Buyutnya itu amat Legendaris. Namun sejak lama banyak pihak yang berupaya untuk menghapusnya dari fakta sejarah. Kelompok Pitung atau pada jamannya disebut sebagai tokoh tokoh atau Tuan Tuan yang suka Menulung/Menolong sangat disegani.Kelompok Pitung yang terdiri dari tujuh Pendekar Silat Betawi ini kerap kali menolong orang orang Pribumi yang didholimi Penjajah Portugis, Belanda dan Inggris. Darah Pejuang yang ada dalam diri Ali Nitikusuma pimpinan kelompok Pitung ini mengalir dari Buyut kami yang juga Buyutnya Ali Nitikusuma yaitu Pejuang Pangeran Arya Penangsang/Pangeran Arya Djipang.

Dijelaskan Oleh H. M. Ismail Gerakan Perlawanan tujuh Kesatria / Pejuang Kelompok Pitung sesuai Kitab Al Fatawi yang banyak bahas perihal seputar Batavia bahwa PITUNG / PITUAN PITULUNG adalah salah satu organisasi perlawanan rakyat Jakarta ( Jayakarta ) yang di bentuk pada tahun 1880 M oleh KH. Naipin atas saran dari Pejuang Jayakarta dan sesepuh adat tempo dulu. KH. Naipin adalah seorang yang alim dan juga dikenal sebagai salah satu ahli silat yang handal di kawasan Tenabang (Tanah Abang sekarang).

PITUNG didirikan setelah seluruh anggotanya melewati beberapa tes seperti : ujian jurus terakhir ilmu silat , ujian ilmu agama yang sudah mereka pelajari. Ujian ilmu tarekat Serta diakhiri dengan khataman Alqur’an yang diikuti oleh ke – 7 santri terbaik KH
Naipin . Setelah dinyatakan lulus maka ke – 7 nya dibaiat untuk selalu setia dalam jihad fi sabilillah , setia terhadap persahabatan , selalu menolong rakyat , hormat dan patuh terhadap orang tua , ulama dan sesepuh adat.
Nama PITUNG yang berarti 7 Pendekar Penolong , mengambil Inspirasi Surat Al Fatehah yang terdiri dari 7 ayat . Oleh karena itu ke -7 pendekar ini selalu ditekankan untuk terus menghayati dan mengamalkan kandungan Surat Al Fatehah dalam setiap perjuangan mereka.

Diantara ke -7 pendekar itu maka kemudian dipilihlah yang paling terbaik untuk menjadi pemimpin ( ketua ) , terpilihlah salah satu murid yang paling dicintai KH Naipin yaitu Ratu Bagus Muhammad Ali Nitikusuma yang asli kelahiran Slipi. Beliau lahir di Rumah / Wisma Jipang peninggalan Aria jipang ( kini bangunan Rumah Jipang sudah musnah.

berganti dengan gedung Bali post). Sebenarnya pemilik asli dari Rumah Jipang adalah keturunan PITUNG namun dimasa itu beberapa kali di rampas paksa oleh Tuan Tanah etnis keturunan Cina lalu direbut kembali oleh mereka dan pada akhirnya tuan tanah Cina berhasil merampasnya kembali serta berakhir dengan berpindah tangan kepemilikan ke Bali post ).

Ratu Bagus Muhammad Ali Nitikusuma adalah sosok yang alim dan soleh , pewaris silat KH Naipin dan silat2 warisan pejuang Jayakarta . Beliau dikenal sebagai sosok yang tegas dan pantang kompromi dengan Penjajah . Ayahnya Syahid dibunuh pengkhianat bangsa yang diantaranya tuan tanah dan centeng2 bayarannya. Harta benda dirampas , keluarga besarnya banyak diburu dan difitnah. Beliau yatim sejak umur 2 tahun. Dimata Penjajah Belanda , sosok Ratu Bagus Muhammad Ali lebih dikenal sebagai biang kerok yang mengganggu dan menghalangi kedholiman kaum Penjajah ketimbang dikenal sebagai pejuang. Tapi rakyat yang tertindas dan priibumi yang terdholimi selalu menanti kemunculan Ali Nitikusuma.(ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Pimpin Upacara Purna Bhakti, Kapolres Demak : Teruslah Berbuat Baik Untuk Masyarakat
Next post Antisipasti Gangguan Kamtibmas dan Kamseltibcarlantas, Polres Banjarnegara Gelar Patroli Dini Hari