24 April 2024
Trending Tags

APBD Klaten 2023 Diusulkan Sebesar Rp2,5 Triliun, Untuk Pemulihan Ekonomi


Brantas.co.id – Klaten – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mengusulkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) daerah itu pada tahun 2023 sebesar Rp2,5 Triliun.

Tentang APBD ini terungkap saat digelarnya Rapat Paripurna Penyampaian Penjelasan Bupati Klaten terkait Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2023 di Ruang Rapat DPRD Klaten, Rabu (13/7/2022).

Di pembahasan rapat paripurna itu, juga diketahui bahwa prioritas anggaran Klaten tahun 2023 masih seputar untuk pemulihan ekonomi pascaterjangan pandemi Covid-19.

Dalam rapat tersebut, Bupati Klaten menyampaikan penyusunan KUA-PPAS tahun anggaran 2023 mempedomani hasil capaian pembangunan daerah pada tahun sebelumnya dan memperhatikan isu strategis yang dihadapi di tahun pelaksanaan.

“Salah satu isu strategis adalah memulihkan dan meningkatkan perekonomian daerah yang terkontraksi akibat pandemi Covid-19 dan kebijakan pemerintah dalam tatanan kehidupan baru,” ucap Bupati.

Menurut Sri Mulyani, perencanaan daerah di tahun 2023 itu perlu adanya strategi dan kebijakan yang tepat dalam rangka pemulihan ekonomi daerah setelah porak poranda diterjang pandemi Covid-19.

“Untuk itu arah kebijakan tahun 2023 perlu sinergitas antara kebijakan pusat dan daerah. Prioritas daerah tahun 2023 yakni, menggerakkan perekonomian di sektor perdagangan, UMKM, pertanian, industri, pariwisata dan jasa serta kerjasama dengan berbagai stakeholder,” ulasnya.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jajang Prihono mengatakan usulan APBD tahun 2023 masih seputar pemulihan ekonomi melalui peningkatan infrastruktur dan peningkatan sumber daya manusia (SDM).

“Intinya masih di pemulihan ekonomi, ini masih plafon sementara ya, masih sama dengan tahun sekarang yakni Rp2,5 triliun. Ini masih pagu indikatif ya,” ucapnya.

Masih menurut Jajang, alokasi terbesar pada usulan APBD tahun 2023 itu masih di sektor infrastruktur yang disebut-sebut memiliki korelasi dengan peningkatan ekonomi daerah.

“Tentu masih di infrastruktur yang akan berkorelasi atau berkaitan pemulihan ekonomi. Kita juga pengentasan kemiskinan yang saat ini masih 13,49 persen yang targetnya bisa turun jadi 12,8 persen,” ucapnya.

Jajang menyebut, angka kemiskinan di Klaten tergolong naik karena dampak pandemi, pihaknya berupaya menekan angka kemiskinan tersebut dengan berbagi stimulus yang telah disiapkan. (ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Indonesia Masih Berhutang Pembayaran Pesawat Tempur Dari Korsel
Next post Kapolda Jateng Silaturahmi Alim Ulama Rembang di Kediaman Gus Mus